Sejarah Trikora dan Bukti Militer Indonesia Pernah Terkuat Di Masanya

Sejarah Trikora dan Bukti Militer Indonesia Pernah Terkuat Di Masanya

Mempertahankan kedaulatan atas tanah Papua (Irian Barat) dari Belanda menyisakan catatan sejarah penting bagi dunia militer Indonesia. Ketika Belanda masih mengklaim bahwa Irian Barat masih merupakan wilayah kekuasaannya, Indonesia segera mengerahkan operasi militer secara besar-besaran untuk mengusir Belanda dari wilayah NKRI. Operasi militer bernama TRIKORA (Tri Komando Rakyat) merupakan perintah langsung dari Presiden Soekarno untuk membebaskan Irian Barat pada tanggal 19 Desember 1961. Perseteruan antara Indonesia dengan Belanda tentang Irian Barat awalnya dibawa ke forum internasional dan berjalan sangat alot seperti dilansir dari revolvy.com.


bgs

Sumber: instagram.com/p/BVzGeahAd_q
Dilansir dari reidfile.com, pada tahun 1949, pembahasan mengenai sengketa Irian Barat dibahas pada Konferensi Meja Bundar (KMB), tapi juga belum mendapatkan titik temu hingga akhirnya sengketa tersebut diputuskan akan dibahas kembali pada satu tahun mendatang. Kemudian pada tahun 1950, PBB memutuskan Papua Barat mempunyai hak merdeka sesuai dengan isi piagam PBB pasal 37e. Namun, Indonesia berkeras menyatakan Irian Barat merupakan bagian dari wilayah NKRI.
Belanda kemudian mengundang Indonesia untuk menyelesaikan sengketa wilayah ini pada Mahkamah Internasional tapi Indonesia menolak dan di sinilah awal mula operasi militer ini bermula. Belanda mulai bergerak untuk mempercepat kemerdekaan Irian Barat pada tahun 1956-1957 yaitu dengan membangun militer, akademi angkatan udara hingga membentuk tentara Papua.
Melihat adanya ancaman tersebut selanjutnya Presiden Soekarno mengeluarkan kebijakan TRIKORA dan juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda pada tahun 1960. Isi dari TRIKORA yaitu "Gagalkan pembentukan “Negara Papua” bikinan Belanda, kibarkan sang merah putih di Irian Barat tanah air Indonesia, dan bersiap untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa."


kriirian2

Sumber: defence.pk
Selanjutnya dilakukan operasi TRIKORA sebagai bagian dari strategi militer yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Soeharto. Operasi Trikora menerapkan tiga strategi utama yaitu infiltrasi, eksploitasi, dan konsolidasi. Salah satu tahap terpenting adalah infiltrasi yaitu misi rahasia yang dilakukan dengan menyusupkan pasukan militer menggunakan kapal perang ke Irian Barat.
Operasi infiltrasi ini dimulai pada tanggal 31 Januari 1962. Penyusupan pasukan tersebut menggunakan Armada Laut KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau. Namun rupanya, penyusupan tersebut terdeteksi oleh pesawat NEPTUNE milik Belanda sehingga kemudian terjadi peperangan di Laut Aru. Pada peperangan ini akhirnya menewaskan KOMODOR Yos Sudarso dan tenggelamnya KRI Macan Tutul.
Dilansir dari histomil.com, OPERATION TRIKORA: Indonesia Giant Military in 1960s sejarah mencatat kekuatan militer Indonesia waktu itu mencengangkan dunia, dan menguatkan supremasi militer Indonesia di dunia internasional. Dari satuan kapal perang ALRI, terdapat 12 kapal selam dan sebuah KRI IRIAN 201 (kapal penjelajah Svedrlov Vlass Cruisser berbobot 16.640 ton yang bisa memuat 1.270 awak) dan merupakan kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

Australian_soldiers_ferried_in_small_craft_to_guard_Sabah_(AWM_NAVY05185)

Sumber: commons.wikimedia.org
Kemudian dari AURI, ratusan pesawat tempur canggih AURI dikerahkan seperti pesawat tempur F-51 Mustang, pesawat pengebom pemburu B-25 MITCHELL, 49 MiG-17, dan 10 MiG-19, 20 MiG-21 fishbed, yaitu sejenis pesawat pemburu paling canggih waktu itu, 30 pesawat jet MiG-15, 22 pesawat pengebom ringan, dan 26 TUPELOV-16, yaitu pesawat pembom strategis jarak jauh, yang saat itu hanya dimiliki 4 negara, yaitu Amerika, Inggris, Uni Soviet, dan Indonesia.

Sumber: skytamer.com
Kemudian dari satuan TNI AD juga melakukan tahap eksploitasi. Strategi ini dilakukan yaitu dengan cara pertempuran terbuka yang mana tujuannya untuk menyerang dan juga sabotase obyek-obyek penting yang dimiliki Belanda di Irian Barat.

Naval-Special-Operations-Group-NAVSOG

Sumber: militaryleak.com
Pada tahap strategi ini, Indonesia meminta bantuan pada Uni Soviet. Uni Soviet meyediakan kapal perang senilai 2.5 miliar dolar Amerika. Selanjutnya terjadi pertempuran dengan mengerahkan ribuan pasukan armada termasuk 12 kapal selam dan KRI Irian 201 dan kapal andalan Indonesia saat itu Svedrlov Vlass Cruisser yang mampu memuat 1270 awak kapal.

8440943239_bb7f36c9f7_b

Sumber: flickr.com
Tahap konsolidasi merupakan tahap akhir dari sengketa wilayah Irian Barat. Indonesia memiliki jumlah pasukan dan juga alat perang yang besar dan kuat. Adanya Uni Soviet yang juga terlibat membantu Indonesia membuat Amerika Serikat sebagai sekutu Belanda merasa terusik, sebab khawatir Blok Timur dapat mengambil keuntungan dari peperangan tersebut.
Kemudian Amerika mendesak Belanda untuk berunding dan mengadakan Persetujuan New York. Perjanjian tersebut menyatakan Belanda akan menyerahkan pemerintahan Papua Barat pada UNTEA. Selama masa peralihan, bendera PBB berkibar di tanah Papua Barat dan merumuskan keputusan tentang Irian Barat apakah memutuskan bersama atau berpisah dengan Indonesia.
Tahun 1969, terselenggara Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang mana Papua memutuskan untuk bergabung menjadi provinsi ke-26 dan memilih bergabung dengan NKRI dengan nama Irian Jaya. Sejarah mencatat Operasi Trikora inilah operasi militer terbesar yang pernah digelar dengan kekuatan militer terbesar dan terkuat di Asia Tenggara pada masanya.



Artikel Menarik lainnya

Post a Comment

0 Comments